Disini
pernah tergurat kisah
indah ada
lara ada
kusyukuri semua di dominasi bahagia
Disini
pernah kutulis sajak hati
riak kalbu bergejolak serupa ombak
yang mencumbu bibir pantai
menghempas seirama nyiur
menarikan gelora
hati kita.
Pernah juga kulukis kisah
keluasan samudera
misteri dalamnya lautan
kembara jiwa melintas batas cakrawala
Kadang bercengkrama tentang
putih camar menarikan harmoni
bersama putih awan
Kadang kusaksikan kisah
anak nelayan
berlengan legam terbakar surya
dan senyum ronanya ketika menghela pukat ke darat
atau menarik perahu [...]
Selasa, 19 Januari 2010
Senin, 18 Januari 2010
Sajak Persahabatan Qu........

Dan seorang remaja berkata, Bicaralah pada kami tentang Persahabatan.
Dan dia menjawab:
Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.
Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “Tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “Ya”.
Dan bilamana dia diam,hatimu berhenti dari mendengar hatinya; kerana tanpa ungkapan kata, dalam persahabatan, segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi, dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;
Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.
Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta , tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan.
Kerana dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan ghairah segar kehidupan.
Remaja bulan Biru.......

Angin malam mengacak-ngacak rambut hitam panjangnya
Gadis remaja tigabelas tahun, menembus kristal malam
Bergaun merah jambu berlari-lari dalam temaram bulan biru
Remaja malang yang akan dipersunting seorang tua kaya raya
Dijanjikannya posisi ratu diistananya diantara selir-selir
Bergejolak emosinya, sang gadis remaja menolak, dia menolak
Tak seorangpun mengerti akan perasaan sucinya sedang merana
Dalam ungu langit hatinya, dia menangis dan terus berlari
Memanggil pujaan hatinya, “Sayang aku datang untuk dikau!”
Nafasnya tersenggal-senggal, dia berhenti didepan rumah kecil
Ada satu titik terang pijar lampu biru disebuah kamar
Dia mengambil satu kerikil lalu dilemparkan kejendela kaca itu
Bibirnya tersenyum diantara butiran kilauan air matanya
Ketika pandangan matanya menangkap sang pujaan hati
Lelaki remaja limabelas tahun melompat keluar dari jendela kamarnya
Dengan gairahnya dinuansa sendu dia berhambur memeluk sayang
Dihening cinta dan gejolak hangat asmara, berdebar jantung keduanya
Saat mata saling beradu pandang, dengan damai dikecup bibir mekarnya
Sepasang remaja memadu kasih berpelukan mesra diirama desiran daun
Kilauan emas bintang-bintang berkilatan dimega kelabu menjadi saksi
Kisah cinta dalam kecemasan namun suci dan terbalut kejujuran
Bayang sepasang kekasih remaja tercipta gelap menembus hamparan rumput
Disandarkan kepala gadis remaja kebahu sang pujaan sambil berucap terisak pilu
“Bawa aku pergi keduniamu, aku tak sudi disuntingnya…”.
Deruan sebuah mobil hitam mewah berhenti disimpang jalan depan rumah kecil
Lelaki tinggi berjaket hitam bodyguard sang tua kaya raya mengarahkan pistolnya
Gadis remaja berlari mencoba menghalau peluru panas kearah kepala yang terkasih
Tertembuslah dadanya berulang-ulang hingga dia terkulai jatuh diaspal simpang jalan
Darah merah segar melumuri tubuh mungilnya, matanya menatap haru kekasihnya
Lelaki remaja teriak histeris merangkul tubuh yang terpuja sambil mengutuk
Wajah gadis remaja tersandar didadanya, sekujur tubuhnya merambat dingin
Merembas tetesan darah dari ujung bibirnya, namun tetap tersenyum damai
Kabut putih bergulungan datang dari puncak bukit memutihkan tragedi malam
Dibuka matanya terlihat pasrah sambil menatap warna langit gelap keunguan
Wajah polos cantiknya memucat putih, jemarinya meraba wajah kekasihnya
Dia berbisik lemah berucap pesan misteri ditelinga yang tercinta
“Sayang, nantikan aku disetiap malam temaram bulan biru…”,
“Ditemaram bulan biru…”,
“Aku akan datang untuk dikau!”.
(eitch-Bee)
Sahabat Qu......

Disuatu kota ada café kenangan
Tempat curahan hati dan bercanda riang
Mengingat masa-masa indah penuh energi
Bergelimang cita-cita setinggi matahari
Berpesta mengangkat gelas kehormatan
Dimasa remaja, sahabatku
Kita bergembira berdansa dan bernyanyi
Setiap hari tak kenal lelah dan waktu
Sepertinya tidak akan berakhir
Ketika aku jatuh cinta yang pertama
Dan dia kecup keningku malu-malu
Siang malam ada wajahnya menjelma
Senyum-senyum sendiri dalam selimut
Menangis dan tertawa berbaur satu
Dimasa remaja, sahabatku
Disaat hari-hari kejayaan kita
Bertindak semaunya, berjuang pantang kalah
Sepertinya tidak akan berakhir
Kini aku dewasa dan kembali kekota itu
Malam itu kuberdiri didepan café kenangan
Semuanya kini telah berubah
Dikaca jendela ada bayang seseorang
Dia adalah aku yang sedang kesepian
Dimasa Remaja, sahabatku
Hura-hura bersama disabtu malam
kilatan lampu pesta mewarnai wajah muda kita
Sepertinya tidak akan berakhir.
(eitch-Bee)
Tahun Baru Tahun Damai.........

Rabalah hangat hatimu, kawan
Tebarkan persahabatan sehangat-hangatnya
Rangkulah kawan lama, kawan baru jangan dimusuhi
Berbagi rasa dengan hangatnya tetesan air mata damai
Mari berpegangan sambil melantun, bersama dentingan bell tahun baru
Kita berdamai, kawan! Kita berdamai, kasih! Kita berdamai, saudara!
Lupakan perbedaan bangsa, kawan
Janganlah risau akan perbedaan warna kulit
Kawan Islam, kawan Kristen, kawan Hindu, kawan Buda
Kawan Pantheistic, kawan Atheis, dan kawan-kawan kepercayaan lainnya
Jabat tangan-tangan mereka dalam senyuman ramah dan setulus hati
Mari berpegangan sambil melantun, bersama dentingan bell tahun baru
Kita berdamai, kawan! Kita berdamai, kasih! Kita berdamai, saudara!
Kecuplah damaimu, kawan
Sirnakan amarah dan dendam, jangan ada kesalahpahaman yang sesat
Kita adalah satu dalam sahabat, persahabatan dalam perdamaian dunia
Waktu telah berlalu, kawan
Jemput nuansa ramah pagi hingga senja, hirup udara damai ditahun yang baru
Mari berpegangan sambil melantun, bersama dentingan bell tahun baru
Kita berdamai, kawan! Kita berdamai, kasih! Kita berdamai, saudara!
Kawan manusia, kawan hewan, dan kawan pepohonan
Kawan wanita dan kawan pria, kawan orang tua dan kawan muda-mudi
Kita bagaikan bagian dari kebaikan hati-hati tertulus dalam mencipta hidup damai
Janganlah terlupakan, kawan
Jiwa-jiwa telah merindu nikmatnya kerukunan dan penghargaan kehidupan
Mari berpegangan sambil melantun, bersama dentingan bell tahun baru
Kita berdamai, kawan! Kita berdamai, kasih! Kita berdamai, saudara!
Dang… ding… dang… dang… ding… dang
Bersama kebaikan dentingan bell tahun baru
Kita berdamai, kawan!
(eitch-bee)
Hasrat Qu....

Cinta nuansa bumi hijau memberi gairah hidupku, membeningkan mataku
Deruan sungai terasa mengaliri nadiku, akupun terdesir merinding sejuk
Buaian manja udara pagi diantara kehidupan semesta yang menyambut hari
Lukisan indah alam telah merajut jiwa dan hasratku terpadu dikharismanya
Aku mengendus kunci rahasia alam, menggetarkanku lalu aku jadi lunglai
Ah, tinggal bersamaku! suara-suara bisikan merdu alam membujuk jiwaku
Angin bergembira menampar wajahku, dan menghempaskanku dengan damai
Aku terguling-guling dihamparan mutiara hijau rerumputan yang baru lahir
Meraba-raba mutiara hijau, dan kuusapkan butiran embunnya dipipiku yang halus
Mataku membasah, jemariku melemas, kurasakan sentuhan nirwana menembus tulang
Warna-warna bintang malam hari, merambat keemasan menyentuh cintaku
Salam kagumku untuk keindahan kedipanmu tanpa lelah menghias langitku
Ah, terlalu manis! tak akan kusia-siakan kejoramu yang melilit kalbuku
Andaikan engkau mengerti, jadilah kapalku kelak dan aku kapten setiamu kelak
Berlayar dari bumi ketempat bidadari, dan berlabuh didermaga kasih warna pelangi
Mawar-mawar pelangi akan menjemputku dengan harum nafas hangatmu
Akan kusentuh warna cantik cintamu, lalu memenjarakannya didalam jiwaku
Mawar yang tercantik, lembut, dan manis berbisik wangi kedaun telingaku
Raihlah lautan mawar pelangi cintaku dinirwana!
Tambatkan jiwamu dalam pelukku yang tiadak batas!
Nada-nada tulusnya telah menjerat hasratku, akupun pasrah terpedayakan
Berebah sambil merenungnya, halusinasi misteri adanya kehidupan kekal
Bayang-bayang kedamaian melenggang mengitari impianku nan menggoda
Sambaran kilatan cahaya suci menerangi ruang kamar perasaanku yang gelap
Akhirnya kuncup kalimat merekah dari dalam dinding ruas-ruas jantung hatiku
Jiwaku menorehkan pesan, ketika kelak waktuku tiba lepas dari ragaku
Jangan tidurkan tubuhku dilubang gelap galian tanah-tanah merah
Relakan bangkai tubuhku menjadi abu dalam pelukan panas merah api
Biarkan segenggam abu dari tubuhku tersebar dalam asuhan kemilau perak matahari
Jangan tangisi ketika abu-abu itu singgah lembut menyentuh dedaunan dan tanah
Kelak jiwaku disana akan tersenyum manis, menentram didunia yang tak terlihat
(eitch-bee)
Cinta Sang Adam

Ketika Adam singgah didamainya khayalanku
Bulan membiru lambangkan rinduku yang menghimpit
Terbuai mimpi-mimpi mengulum tiap malamku
Melenggang anganku tak pernah terhenti menari
Hasrat menembus dinding mimpi kealam nyata
Tercipta kata-kata menjanjikan masa depan
Seia mengiringi langkah asmara menuju cita
Tertunda asaku bertabur keraguan dan kepastian
Disaat aku tertembus oleh ganasnya racun cinta
Bahagia singgah disetiap bilik hatiku yang kujaga
Ketika Adam memadam diam dalam ruang cintanya
Kupanggil namanya namun tersia-sia, dia kini menjauh
Tatkala kata-kata tajam melukai hatinya yang tulus
Pintu pengampunan bagiku telah terkunci rantai luka
Disini aku menyesal ingin menghapus lontaran kasar itu
Ketika adam membunuh cintanya dalam terluka hati
Disini aku gundah gulana berharap untuk termaafkan
Segala karma yang akan datang menemuiku
Dimanapun aku pijakkan tapak kaki ini
Cinta alamiku untuknya tak akan terbunuhkan
Sayang Quu
Di setiap pagi kau lah yang selalu di ingatan ku
Di setiap senja kau pula lah yang ada di pikiran ku Menggelayut di setiap langkah-langkah ku
Cantik nan indah tiada tara
Perasaanku pada mu kurasa tak terhingga
Kau begitu sempurna tiada cela
Menyiram keelokan sepanjang kehidupanku
Kau menambah indah hari-hari ku
Telah kunyatakan disaksikan langit dan buana,
gunung dan sungai, bayu dan banyu dikau lah pujaan hatiku Tak akan pernah ada rasa sesal di hati
Tak akan pernah ada rasa sakit lagi
Mawar jelita merekah indah
Tersentuh senyuman mu
Yang manis begitu juga dengan hati ini
Tubuh ku bergetar setiap kupanggil namamu
Hatiku berdebar di rasuk cinta akan dirimu
Hidup matiku untuk mu...

Di setiap senja kau pula lah yang ada di pikiran ku Menggelayut di setiap langkah-langkah ku
Cantik nan indah tiada tara
Perasaanku pada mu kurasa tak terhingga
Kau begitu sempurna tiada cela
Menyiram keelokan sepanjang kehidupanku
Kau menambah indah hari-hari ku
Telah kunyatakan disaksikan langit dan buana,
gunung dan sungai, bayu dan banyu dikau lah pujaan hatiku Tak akan pernah ada rasa sesal di hati
Tak akan pernah ada rasa sakit lagi
Mawar jelita merekah indah
Tersentuh senyuman mu
Yang manis begitu juga dengan hati ini
Tubuh ku bergetar setiap kupanggil namamu
Hatiku berdebar di rasuk cinta akan dirimu
Hidup matiku untuk mu...
Melati Quuuuu

Kala sumber cahya memancarkan rona
Sinar semburatnya merekah di ufuk
Ketika mata terbuka kedua kelopaknya
Terjaga dari lelapnya tidur
Berdengung dalam pendengaran
Menyapa suara kehidupan
Dengung duka, raung petaka
Menyelimuti pribadi manusia-manusia
Dikala tumbuh MELATI PUTIH
Rekah kembang diatas dahan
Pembuka masuknya cahya kehidupan
Tumbuhlah kuncup nan segar
Ketika kupu-kupu beterbangan
Lincah menari-nari keliling ranting
Mengitari lapangan dan dusun
Menyapa riang setiap mekar dan kuncup
Nafas kembang aroma MELATI PUTIH
Hembusan semerbaknya nan wangi
Ketika mata menatap gunung nan tinggi
Tinggi, emoh kemewahan diniawi
Telanjang dalam zuhud dan kepapaan
Saling menjawab hembusan MELATI PUTIH
Memenuhi gurun sahara gersang
Wanginya…
Memberikan secercah asa kehidupan
Tak kenal diam, tak pula reda
Ketika hati riang menari
Bersuka ria gembira
Menggema….
Gema arumnya wangi MELATI PUTIHKU
oleh: eitch-bee
Langganan:
Postingan (Atom)